Iklan

 
Friday, January 30, 2015

Download Contoh-contoh Soal Ujian Sekolah SD/MI

0 comments
Jadwal ujian nasional untuk tingkat SMP dan SMA sudah dibuat dan dipublikasikan oleh Pemerintah. Begitu juga kisi-kisi soal ujian sudah diberikan kepada publik pendidikan terutama siswa dan guru.

Namun untuk ujian sekolah tingkat SD/MI baik kisi-kisi ujian sekolah maupun jadwalnya belum dibuat / dipublikasikan. Hal tersebut dimungkinkan karena pelaksanaan ujian sekolah SD/MI masih lebih lama waktunya dibandingkan SMP dan SMA.

Walaupun demikian, kami mencoba memberikan bahan-bahan berupa contoh-contoh Soal Ujian Sekolah SD/MI yang bisa dipelajari di rumah atau sekolah oleh para siswa.

Berikut soal-soalnya boleh anda unduh secara gratis :


Contoh Soal Ujian Sekolah SD/MI 2013 :



  1. Bahasa Indonesia | silakan bisa diunduh disini
  2. Matematika | silakan bisa didownload disini
  3. Ilmu Pengetahuan Alam | silakan bisa diunduh disini


Sebagai informasi bahwa mata pelajaran yang akan diujikan pada Ujian Sekolah SD/MI tahun ajaran 2014/2015 ada 3 (tiga) pelajaran yakni Bahasa Indonesia yang terdiri dari 50 soal, Matematika yang terdiri dari 40 soal, dan Ilmu Pengetahuan Alam yang terdiri dari 40 soal.

Semoga bermafaat!




Sumber:
- uasbn.com
Read more

Latihan Soal Ujian Nasional Tahun 2015

0 comments
Penyelenggaraan UN dan US 2015 akan dimulai bulan April s.d. Mei 2015 untuk setiap jenjang pendidikan di Tanah Air dan sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN).

Sebagai bahan pembelajaran bagi para peserta didik, Pemerintah telah menerbitkan kisi-kisi UN (Ujian Nasional) 2015 dimana para pembuat soal yang melibatkan pendidik dengan mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah akan mengacu pada kisi-kisi tersebut dalam perancangan dan pembuatan soal ujian nasional dan ujian sekolah tahun pelajaran 2014/2015.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut kami memberikan beberapa contoh Latihan Soal Ujian Nasional Tahun 2015 dan Ujian Sekolah Tahun 2015 untuk semua jenjang pendidikan, terutama di sekolah formal.

Berikut contoh-contoh latihan soal ujian nasional dan ujian sekolah tahun 2015 bisa anda unduh secara gratis dan boleh dikembangkan sendiri oleh para siswa dengan bantuan guru-guru di sekolah.


Latihan Soal Ujian Nasional SMP 2015 :



  1. Bahasa Indonesia | kami berikan salah satu materi penting yaitu Biografi, silakan bisa diunduh disini
  2. Matematika | kami berikan salah satu indikator penting yaitu Belah Ketupat, silakan bisa didownload disini


Latihan Soal Ujian Nasional SMA 2015 untuk Semua Jurusan / Program :



  1. Bahasa Indonesia | kami berikan salah satu materi penting yaitu Membaca 1, silakan bisa diunduh disini
  2. Bahasa Inggris | kami berikan salah satu materi penting yaitu Reading and Active Passive Participle, silakan bisa diunduh disini


Latihan Soal Ujian Nasional SMA 2015 untuk Jurusan IPA :


  1. Biologi | kami berikan salah satu materi penting yaitu Bioteknologi, silakan bisa diunduh disini
  2. Fisika | kami berikan salah satu indikator penting yaitu Gerak dan_Gaya, silakan bisa didownload disini


Latihan Soal Ujian Nasional SMA 2015 untuk Jurusan IPS :



  1. Ekonomi | kami berikan salah satu materi penting yaitu Ekonomi Akuntansi 1, silakan bisa diunduh disini
  2. Geografi | kami berikan salah satu indikator penting yaitu Flora dan Fauna, silakan bisa didownload disini


Latihan Soal Ujian Nasional SMA 2015 untuk Jurusan Bahasa :



  1. Matematika | kami berikan salah satu materi penting yaitu Peluang, silakan bisa diunduh disini


Latihan Soal Ujian Nasional SMA 2015 untuk Jurusan Keagamaan :



  1. Tafsir | kami berikan salah satu materi penting yaitu Pengantar Ilmu Tafsir, silakan bisa diunduh disini


Latihan Soal Ujian Nasional SMK 2015 :



  1. Bahasa Indonesia | kami berikan salah satu materi penting yaitu Kebahasaan 1, silakan bisa diunduh disini
  2. Matematika | kami berikan salah satu indikator penting yaitu Integral, silakan bisa didownload disini


Latihan Soal Ujian Sekolah SD/MI 2015 :



  1. Bahasa Indonesia | kami berikan salah satu materi penting yaitu mengenai Iklan, silakan bisa diunduh disini
  2. Matematika | kami berikan salah satu indikator penting yaitu Kesimetrian Bangun, silakan bisa didownload disini


Soal-soal tersebut di atas dibuat dengan bentuk pilihan ganda, sekaligus untuk menepis rumor yang sempat beredar bahwa soal UN 2015 dibuat dengan essay.

Bentuk soal ujian nasional (UN) 2015 masih sama dengan UN tahun-tahun sebelumnya. Standarnya juga masih sama, namun tidak lagi menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikannya. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Badan Penelitian dan Pengembangan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof. Nizam.

Penjelasan ini, kata Nizam, menjawab keresahan publik tentang perubahan UN. Mulai tahun ini, UN memang tidak akan menjadi syarat kelulusan lagi, melainkan sebagai alat pemetaan.


Semoga Latihan Soal Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2015 untuk SMA/MA, SMK/MAK, SMP/MTs, dan SD/MI yang kami sajikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semoga kelulusan Ujian semakin baik di negeri kita yang sama-sama kita cintai dan banggakan ini. Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Sumber:
- ujiannasional.net
- soalun.com
Read more
Thursday, January 29, 2015

Jadwal Ujian Nasional SMP/MTs Tahun Ajaran 2014/2015

0 comments
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyampaikan ralat sekaligus merilis secara resmi Jadwal Ujian Nasional SMP/MTs Tahun Ajaran 2014/2015 yang diselenggarakan selama empat hari, yaitu 4 sampai 7 Mei 2015.

Sebelumnya pihak Kemdikbud telah mempublikasikan jadwal ujian nasional SMP/MTs 2015 serta telah beredar di masyarakat melalui media massa. Pernyataan bahwa UN tingkat SMP/MTs digelar 4-6 Mei 2015, diralat menjadi 4 s.d. 7 Mei 2015.

Dalam jumpa persnya di Jakarta, Kamis 29 Januari, Nizam menyampaikan bahwa Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMP/MTs dan sederajat terdiri atas empat mata pelajaran. Sementara itu pengumuman hasil UN SMP/MTs dilakukan pada 10 Juni 2015.

Ujian Nasional tahun ini tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan siswa. Kewenangan ini sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Menurutnya, otonomi penetapan kelulusan siswa menjadi hak sekolah karena selama tiga tahun menempuh pendidikan, guru mengamati dan menilai seluruh kompetensi siswa. Dari sanalah guru kemudian dapat menetapkan apakah siswa tersebut pantas lulus atau belum.

Meskipun sekolah yang sepenuhnya menentukan kelulusan siswa, namun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menetapkan nilai standar minimal kelulusan yang harus diacu oleh sekolah. Untuk dinyatakan lulus, siswa setidaknya memenuhi nilai 5,5 untuk setiap mata pelajaran dan rata-rata minimal 5,5. Ketentuan ini dituangkan dalam prosedur operasi standar (POS) yang disusun oleh BSNP.

“Nilai akhir itu ditetapkan dari gabungan antara nilai rapor dan nilai ujian sekolah. Nilai inilah yang menjadi syarat kelulusan siswa,” ujarnya.

Berikut kami sampaikan rincian jadwal ujian nasional SMP/MTs 2015, yang masih dimungkinkan berubah.


Jadwal Ujian Nasional SMP/MTs | Tahun Ajaran 2014/2015


No.Hari / Tanggal Mata Pelajaran yang diujikan Komposisi Soal
1 Senin / 04 Mei 2015 Bahasa Indonesia50 soal pilihan ganda
2 Selasa / 05 Mei 2015 Matematika40 soal pilihan ganda
3 Rabu / 06 Mei 2015 Bahasa Inggris50 soal pilihan ganda
4 Kamis / 07 Mei 2015 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)40 soal pilihan ganda


Sebagaimana ditegaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Nizam, bahwa soal ujian nasional (UN) tahun ini masih menggunakan model pilihan ganda. Penegasan ini dilakukan untuk mengklarifikasi pemberitaan di media massa yang menyebut bahwa soal UN tahun ini berbentuk esai.

Beliau menjelaskan, ke depan bentuk soal UN memang memungkinkan tidak hanya pilihan ganda, tetapi bisa lebih beragam. Namun kondisi ini hanya dapat dilakukan jika ujian yang diselenggarakan negara tersebut seluruhnya telah berbasis komputer (computer based test/CBT). "Jika menggunakan model (CBT) ini, maka bentuk soal bisa beragam, tidak hanya pilihan ganda, tetapi bisa juga, misalnya dalam bentuk mini esai, mengisi jawaban langsung, menjodohkan, memutar-mutar kalimat, dan lain-lain. Tapi ini masa depan. Tidak ada salahnya masa depan ini disampaikan, karena ini positif," ungkap Nizam.



Sumber:
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud.go.id)
Read more
Tuesday, January 27, 2015

Jadwal Penyelenggaraan Ujian Sekolah SD/MI Tahun Ajaran 2014/2015

0 comments
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) semenjak tahun ajaran 2013/2014 memberikan kewenangan pada satuan pendidikan yaitu sekolah atau lembaga pendidikan lainnya dalam proses kelulusan peserta didik Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibridaiyah (MI). Wujud kewenangannya adalah dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah, dimana hal tersebut diatur pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah pada SD atau Madrasah Ibtidaiyah/sederajat.

Untuk Tahun Ajaran 2014/2015, peserta didik SD/MI di seluruh wilayah Indonesia akan mengikuti Ujian Sekolah/Madrasah, dimana penyelenggaraannya akan ditangani oleh satuan pendidikan yang melakukan ujian sekolah di bawah koordinasi Pemerintah Kabupaten/Kota, Kantor Kementerian Agama, Pemerintah Propinsi, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama.

Adapun mata pelajaran yang akan diujikan pada Ujian Sekolah/Madrasah, adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Untuk standar pembuatan soal, dintentukan bahwa lebih kurang 75 persen paket soal akan disusun oleh Pemerintah Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama, dengan melibatkan pendidik dari Satuan Pendidikan yang merupakan perwakilan Kabupaten/Kota. Sedangkan, pihak Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) pusat akan menyusun lebih kurang 25 persen paket soal.

Pemerintah berharap agar para guru Sekolah/Madrasah dapat berperan pada proses penentuan kelulusan siswa. Apabila siswa dianggap belum memenuhi kompetensi untuk dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya, guru harus memberikan pengulangan (remedial) pada mata pelajaran (mapel) yang belum memenuhi tersebut. Jadi, tidak boleh ada siswa tidak lulus karena Ujian Sekolah, beri mereka remedial, kemudian bina siswa yang masih memiliki kemampuan kurang.

Terkait Jadwal pelaksanaan Ujian Sekolah 2015 untuk SD/MI, sampai hari ini belum ditetapkan oleh Pemerintah. Pihak sekolah masih menunggu ketetapan dari kementerian, karena saat ini kementerian masih mengutamakan tingkat SMA dan SMP. Sebagaimana sudah kami sampaikan bahwa Jadwal Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Ajaran 2014/2015 untuk tingkat SMP/MTs adalah mulai tanggal 4 s.d. 6 Mei 2015, sedangkan untuk jenjang SMA/MA/SMK Sederajat, UN akan dilaksanakan pada 13-15 April 2015, demikian seperti pernah disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan.

Sebagai bahan informasi pendahuluan, kami berasumsi bahwa Penyelenggaraan Ujian Sekolah SD/MI Tahun Ajaran 2014/2015 akan diselenggarakan sekitar tanggal 18 Mei s.d. 20 Mei 2015.

Untuk mempersiapkan pelaksanaan ujian sekolah SD/MI tersebut, di berbagai daerah telah mulai persiapan-persiapannya. Termasuk dalam kegiatannya diantaranya mendata para peserta didik ujian sekolah. Sebagai contoh untuk wilayah DKI Jakarta tercatat sebanyak sekitar 152.992 siswa akan mengikuti ujian sekolah. Sejumlah data tersebut seperti yang disampaikan Arie Budhiman, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kepada koran setempat.

Meskipun demikian, ia menambahkan, data tersebut masih bersifat sementara, artinya angka pasti masih menunggu pendataan lebih lanjut.

Perlu diketahui bahwa untuk Ujian Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibridaiyah (MI), Kemdikbud tetap memakai formula lama dalam pelaksanaannya. Yaitu, pelaksanaan US SD/MI akan dilaksanakan oleh dinas pendidilan di tempat SD/MI tersebut berdomisi.

Semoga bermanfaat!



Sumber:
- Kemdikbud
- Litbang Kemdikbud
Read more
Saturday, January 24, 2015

Jadwal Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Ajaran 2014/2015

0 comments
Penyelenggaraan Ujian nasional (UN) tahun ini atau tahun pelajaran 2014/2015 sudah dimatangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), yang juga dibicarakan dengan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

Keputusan pun sudah diambil, bahwa Ujian Nasional Tahun Ajaran 2014/2015 yang semula ramai diwacanakan akan dihapus dan diganti dengan Evaluasi Nasional, kembali akan diselenggarakan mulai bulan April 2015.

Ujian Nasional akan diawali dengan UN untuk tingkat SMA/MA/SMK/sederajat pada tanggal 13 s.d. 15 April 2015 dan selanjutnya pada tanggal 4 s.d. 6 Mei 2015 untuk SMP/MTs/sederajat. Salah satu kemajuan yang perlu dicatat bahwa kebijakan UN tahun ini tidak lagi berfungsi sebagai penentu kelulusan siswa. Sekolah diberikan kewenangan menilai secara komprehensif seluruh komponen pada siswa/siswi untuk menyatakan tamat atau tidaknya peserta didik dari jenjang pendidikan tertentu, tentunya dengan ukuran-ukuran atau keiteria-kriteria tertentu dari sekolah.

Ujian Nasional (UN) tidak lagi berfungsi sebagai penentu kelulusan siswa dilatarbelakangi kesadaran kita bahwa tidak bisa menilai mutu layanan pendidikan semata-mata dari satu indikator. UN hanya satu dari sekian banyak indikator dalam standar nasional pendidikan. Dalam konteks evaluasi hasil belajar, UN bukan hanya satu-satunya, tetapi satu dari banyak indikator untuk menilai kinerja layanan pendidikan.

Menurut Mendikbud Anis Baswedan, bahwa sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, siswa sesungguhnya berhak mengetahui capaian kompetensinya dan negara berkewajiban memenuhi hak itu. Dengan demikian pengukuran capaian standar kompetensi lulusan adalah peran negara untuk memenuhi hak peserta didik.

Mendikbud mengatakan, UN seharusnya memberi dampak positif bagi siswa, guru, dan komunitas pendidikan yang lebih luas lagi. Namun, kenyataan di lapangan justru menimbulkan perilaku negatif, seperti terjadinya kecurangan, siswa mengalami distress, dan lain-lain. “Mengapa ini terjadi? Karena sifat ujiannya itu high-stake testing. Nah, kita ingin mengubahnya,” ucap Mendikbud.

Berikut yang dijadikan tanggal penting Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014 / 2015 sebagaimana yang disosialisasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), yang bisa dijadikan acuan utama Jadwal Ujian Nasional Tahun 2015, secara resmi :




Informasi penting :

Terkait Jadwal Pelaksanaan Ujian Nasional yang dibuat Kemdikbud di atas, pada tanggal 29 Januari kemarin Kemdikbud menyampaikan Ralat Tanggal Penting Ujian Nasional 2015. Ralat dimaksud terutama pada jadwal pelaksanaan UN SMP/MTs, yang semula tercantum 4-6 Mei 2015, berubah menjadi 4-7 Mei 2015 karena memang Ujian Nasional SMP/MTs diselenggarakan selama empat hari.

Penyajian informasi perubahan tanggal tersebut, sekaligus meralat informasi yang pernah disampaikan sebelumnya dan telah beredar di masyarakat melalui media massa. Sebelumnya diinformasikan bahwa UN tingkat SMP/MTs digelar 4-6 Mei 2015.

Dengan demikian tanggal penting Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014 / 2015 menjadi sebagai berikut :


Sebagai tambahan bahwa menurut Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud, Nizam, bahwa UN tahun ini tidak akan melibatkan aparat keamanan dengan persenjataan lengkap dalam pendistribusian naskah UN. Pengawas ujiannya pun tidak lagi dari dosen-dosen perguruan tinggi.

Semoga penyelenggaraan Ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015 berjalan dengan sukses, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!



Sumber:
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud.go.id)
Read more
Saturday, November 29, 2014

Yakinkan Ujian Nasional 2015 Tetap Digelar

0 comments
Banyak pihak yang ragu mengenai gelaran Ujian Nasional 2015. Keraguan mereka didasari dengan masih berlangsungnya kegiatan mengevaluasi ujian tahunan tersebut, yang tampaknya belum tuntas. Sehingga pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun belum mengumumkan status UN 2015.

Sejauh ini, Pendidikan dan Kebudayaan Anies mengabarkan, pada tahap awal proses evaluasi Ujian Nasional, ia telah berkonsultasi dengan pihak Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara, terkait status dan tujuan digelarnya Ujian Nasional pada masa akhir pembelajaran kurikulum setiap jenjang pendidikan sekolah menengah.

Alhasil, banyak aspek yang ingin dilihat pak Menteri lebih dalam. Namun, diantaranya yang paling mendesak yakni apakah Ujian Nasional (UN) masih akan dipakai sebagai penentu kelulusan siswa atau tidak. Menteri berpandangan bahwa kalau dari proporsi kelulusan, Ujian Nasional sudah bukan lagi menjadi penentu kelulusan.

Dalam pertemuan pertama dengan BSNP itu, penggagas Indonesia Mengajar belum menghasilkan yang keputusan penting. Intinya, Menteri Anies menyampaikan kalau dari pertemuan perdana yang berlangsung Kamis lalu 20 November itu, ia menugaskan BSNP sebagai lembaga independen yang tugasnya membantu Menteri, untuk mengevaluasi penyelenggaraan Ujian Nasional secara menyeluruh dan soal penghapusannya, dia cuma menjawab secara diplomatis. Menurutnya sangat mungkin (tahun depan) tidak ada UN, seperti dijelaskan kepada beberapa media.

Namun, Mendikbud mengamati, selama beberapa tahun terakhir, kelulusan UN dianggap sudah hampir sempurna. Persentase kelulusan UN sudah mendekati angka 100 persen. Contohnya penyelenggaraan UN pada 2013/2014 April lalu. Hasil pengolahan akhir, dinyatakan 1.624.946 siswa SMA (99,52 persen) dinyatakan lulus dan 7.811 (0,48 persen) tidak lulus. Sedangkan untuk kelompok SMK ada 1.170.748 siswa (99,90 persen) lulus dan ada 1.159 (0,1 persen) yang nggak lulus.

Dengan begitu, penyelenggaraan Ujian Nasional membuat para siswa belajar hanya untuk mengerjakan soal ujian. Soal pemahaman keilmuan, belum tentu diutamakan. Alhasil, anak-anak terbiasa dengan penguasaan materi pelajaran pada fase yang disebut low order thinking (berpikir level rendah). Padahal yang kami harapkan, para siswa itu sudah masuk fase high order thinking (berpikir lebih tinggi).



Penyelenggaraan UN Tetap Ada

Meski begitu, Mendikbud asala Jawa Barat tersebut menjelaskan, dalam undang-undang dasar (UUD) 1945 sudah digariskan bahwa masalah yang krusial adalah urusan pemetaan pendidikan di seluruh Indonesia yang mengharuskan Unas tetap digelar demi kontrol kualitas pendidikan kita.

Dengan landasan itu, Ujian Nasional bukan cuma diposisikan sebagai pendukung kepentingan siswa dalam belajar, tetapi lebih tepat lagi adalah untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan secara nasional.
Ia menegaskan, pendidikan jangan dijadikan penderitaan. Pendidikan harus menjadi sesuatu yang membahagiakan.


Terkait hasil UN (Ujian Nasional) seperti disinggung Menteri memang semakin membaik. Sebagai contoh untuk tingkat SMP/Mts sederajat, dari data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kelulusan UN SMP tahun pelajaran 2013/2014 mencapai 99,94 persen. Kelulusan tahun 2014 meningkat 0,38 persen dibanding tahun 2013 untuk jenjang yang sama, yakni 99,56 persen.

Walaupun tingkat kesulitan di soal UN tahun pelajaran 2013/2014 dinaikkan hingga 20 persen, anak-anak tetap bagus nilainya. Selain itu, di UN tahun ini juga memuat soal Program for International Student Assesment (PISA), sebuah riset yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim pernah memaparkan, bahwa dengan hasil (UN SMP) seperti ini, menepis anggapan bahwa dengan meningkatnya jumlah soal sulit akan menurunkan tingkat kelulusan.

Kriteria kelulusan untuk jenjang SMP/sederajat ditentukan oleh perolehan nilai akhir (NA), dimana NA sama dengan 60 persen nilai UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah (NS). Selain itu, rata-rata NA paling rendah 5,5, dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.

Wamendik juga menyampaikan, perbandingan rata-rata nilai UN murni tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu. Jika tahun lalu 6,12 maka tahun ini adalah 6,52. Sedangkan untuk US, rata-rata nilai adalah 8,17, yang selain lebih besar dari nilai UN juga lebih besar dari rata-rata nilai akhir, 7,19.


Sementera tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) di jenjang SMA/MA tahun 2014 mencapai 99,52 persen. Dari total peserta UN SMA/MA yang berjumlah 1.632.757 siswa, sebanyak 7.811 (0,48 persen) dinyatakan tidak lulus UN. Demikian dijelaskan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh ketika menggelar jumpa pers mengenai hasil UN SMA/SMK tahun pelajaran 2014 di Gedung Ki Hajar Dewantara Kemdikbud, Jakarta, 19 Mei 2014.

Prof. DR. Muhammad Nuh, DEA menjelaskan tingkat kelulusan untuk jenjang SMK/MAK, yaitu sebesar 99,90 persen. Dari 1.171.907 peserta UN SMK/MAK, ada 1.159 siswa yang tidak lulus. Kelulusan peserta didik SMA/MA dan SMK/MAK ditetapkan berdasarkan perolehan nilai akhir (NA). Nilai akhir merupakan gabungan dari 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai ujian sekolah/madrasah.

Peserta didik SMA/SMK/MA/MAK dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan nilai mata pelajaran paling rendah 4,0. Dari keseluruhan nilai nasional, terdapat 16.497 sekolah (89,40 persen) dengan tingkat kelulusan 100 persen. Sementara itu tidak ada sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen.


Ujian Nasional (UN) secara umum tidak membuat siswa susah, tidak membuat siswa merasa sangat terbebani. Contohnya Ujian Nasional (UN) 2014 SMP memberi kesan tersendiri bagi Muhammad Yusri Muad dan Neni Septiani Putri. Keduanya merupakan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jika biasanya menghadapi ujian adalah hal yang menakutkan bagi sebagian siswa, namun hal itu tidak berlaku bagi Muad dan Putri. Menurut mereka, Ujian Nasional yang diikuti tidak masalah, apa yang perlu di takutkan semuanya sudah dipelajari.

Perasaan percaya diri dalam menghadapi UN yang ditunjukkan Muad dan Putri ini karena sebelum pelaksanaan UN, mereka telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi UN. Berbagai buku latihan soal UN sudah dikerjakan dengan baik. Dan jika menemui kesulitan, mereka tak segan bertanya pada guru pembimbingnya untuk mendapatkan jawaban yang pasti.

Demikian pula urgensi Ujian Nasional (UN) sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh pernah menjelaskan, bahwa ujian nasional (UN) membuat persebaran nilai menjadi lebih lebar, sehingga dapat terlihat lebih nyata kemampuan siswa terhadap pelajaran yang diterima selama sekolah. Hal ini berbeda dengan ujian sekolah (US) yang memiliki deviasi kecil, di mana sebaran nilai mengumpul lebih sempit. Ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa relatif tinggi, sehingga tidak terlihat mana siswa yang bagus maupun yang tidak.

Jika misalnya ada peserta Ujian Nasional (UN) yang memperoleh nilai kurang bagus atau jelek, itu adalah wajar. Apabila ada peserta Ujian Nasional (UN) yang tidak lulus itu juga sangat wajar. Karena para peserta Ujian Nasional (UN) tidak semuanya belajar dengan optimal. Sebab para peserta Ujian Nasional (UN) tidak semuanya memenuhi persyaratan sebagai siswa yang harus diluluskan oleh satuan pendidikan. Jika misalnya ada siswa yang pintar namun punya kenakalan yang tida bisa ditolelir, maka ia mungkin tidak dipaksakan harus lulus. Karena sekolah bukan sekedar tempat memberikan Ijazah kelulusan, sekolah adalah tempat belajar dan tempat untuk mencetak siswa yang terpelajar dan berkepribadian luhur, sesuai dengan aturan Agama dan Negara.


Semoga informasi tentang Ujian Nasional (UN) 2015 ini bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!



Para Penulis :
- Drs. Asep R. Dewanto, S.H.
- Ir. Asep Dedi Suharto

(Para pengamat pendidikan dari Ciamis yang berbatasan dengan Kuningan, Lembur Sdr. Anies Baswedan, P.HD. / Mendikbud RI)


Sumber:
- Kemdikbud
- Pewarta Ekonomi dan Bisnis
Read more

Arsip Website

 
Pengumuman UN © 2011 Design by World Sharings. Supported by Info Online

Thanks for All friends