Iklan

 
Saturday, November 29, 2014

Yakinkan Ujian Nasional 2015 Tetap Digelar

0 comments
Banyak pihak yang ragu mengenai gelaran Ujian Nasional 2015. Keraguan mereka didasari dengan masih berlangsungnya kegiatan mengevaluasi ujian tahunan tersebut, yang tampaknya belum tuntas. Sehingga pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun belum mengumumkan status UN 2015.

Sejauh ini, Pendidikan dan Kebudayaan Anies mengabarkan, pada tahap awal proses evaluasi Ujian Nasional, ia telah berkonsultasi dengan pihak Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara, terkait status dan tujuan digelarnya Ujian Nasional pada masa akhir pembelajaran kurikulum setiap jenjang pendidikan sekolah menengah.

Alhasil, banyak aspek yang ingin dilihat pak Menteri lebih dalam. Namun, diantaranya yang paling mendesak yakni apakah Ujian Nasional (UN) masih akan dipakai sebagai penentu kelulusan siswa atau tidak. Menteri berpandangan bahwa kalau dari proporsi kelulusan, Ujian Nasional sudah bukan lagi menjadi penentu kelulusan.

Dalam pertemuan pertama dengan BSNP itu, penggagas Indonesia Mengajar belum menghasilkan yang keputusan penting. Intinya, Menteri Anies menyampaikan kalau dari pertemuan perdana yang berlangsung Kamis lalu 20 November itu, ia menugaskan BSNP sebagai lembaga independen yang tugasnya membantu Menteri, untuk mengevaluasi penyelenggaraan Ujian Nasional secara menyeluruh dan soal penghapusannya, dia cuma menjawab secara diplomatis. Menurutnya sangat mungkin (tahun depan) tidak ada UN, seperti dijelaskan kepada beberapa media.

Namun, Mendikbud mengamati, selama beberapa tahun terakhir, kelulusan UN dianggap sudah hampir sempurna. Persentase kelulusan UN sudah mendekati angka 100 persen. Contohnya penyelenggaraan UN pada 2013/2014 April lalu. Hasil pengolahan akhir, dinyatakan 1.624.946 siswa SMA (99,52 persen) dinyatakan lulus dan 7.811 (0,48 persen) tidak lulus. Sedangkan untuk kelompok SMK ada 1.170.748 siswa (99,90 persen) lulus dan ada 1.159 (0,1 persen) yang nggak lulus.

Dengan begitu, penyelenggaraan Ujian Nasional membuat para siswa belajar hanya untuk mengerjakan soal ujian. Soal pemahaman keilmuan, belum tentu diutamakan. Alhasil, anak-anak terbiasa dengan penguasaan materi pelajaran pada fase yang disebut low order thinking (berpikir level rendah). Padahal yang kami harapkan, para siswa itu sudah masuk fase high order thinking (berpikir lebih tinggi).



Penyelenggaraan UN Tetap Ada

Meski begitu, Mendikbud asala Jawa Barat tersebut menjelaskan, dalam undang-undang dasar (UUD) 1945 sudah digariskan bahwa masalah yang krusial adalah urusan pemetaan pendidikan di seluruh Indonesia yang mengharuskan Unas tetap digelar demi kontrol kualitas pendidikan kita.

Dengan landasan itu, Ujian Nasional bukan cuma diposisikan sebagai pendukung kepentingan siswa dalam belajar, tetapi lebih tepat lagi adalah untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan secara nasional.
Ia menegaskan, pendidikan jangan dijadikan penderitaan. Pendidikan harus menjadi sesuatu yang membahagiakan.


Terkait hasil UN (Ujian Nasional) seperti disinggung Menteri memang semakin membaik. Sebagai contoh untuk tingkat SMP/Mts sederajat, dari data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kelulusan UN SMP tahun pelajaran 2013/2014 mencapai 99,94 persen. Kelulusan tahun 2014 meningkat 0,38 persen dibanding tahun 2013 untuk jenjang yang sama, yakni 99,56 persen.

Walaupun tingkat kesulitan di soal UN tahun pelajaran 2013/2014 dinaikkan hingga 20 persen, anak-anak tetap bagus nilainya. Selain itu, di UN tahun ini juga memuat soal Program for International Student Assesment (PISA), sebuah riset yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim pernah memaparkan, bahwa dengan hasil (UN SMP) seperti ini, menepis anggapan bahwa dengan meningkatnya jumlah soal sulit akan menurunkan tingkat kelulusan.

Kriteria kelulusan untuk jenjang SMP/sederajat ditentukan oleh perolehan nilai akhir (NA), dimana NA sama dengan 60 persen nilai UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah (NS). Selain itu, rata-rata NA paling rendah 5,5, dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.

Wamendik juga menyampaikan, perbandingan rata-rata nilai UN murni tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu. Jika tahun lalu 6,12 maka tahun ini adalah 6,52. Sedangkan untuk US, rata-rata nilai adalah 8,17, yang selain lebih besar dari nilai UN juga lebih besar dari rata-rata nilai akhir, 7,19.


Sementera tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) di jenjang SMA/MA tahun 2014 mencapai 99,52 persen. Dari total peserta UN SMA/MA yang berjumlah 1.632.757 siswa, sebanyak 7.811 (0,48 persen) dinyatakan tidak lulus UN. Demikian dijelaskan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh ketika menggelar jumpa pers mengenai hasil UN SMA/SMK tahun pelajaran 2014 di Gedung Ki Hajar Dewantara Kemdikbud, Jakarta, 19 Mei 2014.

Prof. DR. Muhammad Nuh, DEA menjelaskan tingkat kelulusan untuk jenjang SMK/MAK, yaitu sebesar 99,90 persen. Dari 1.171.907 peserta UN SMK/MAK, ada 1.159 siswa yang tidak lulus. Kelulusan peserta didik SMA/MA dan SMK/MAK ditetapkan berdasarkan perolehan nilai akhir (NA). Nilai akhir merupakan gabungan dari 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai ujian sekolah/madrasah.

Peserta didik SMA/SMK/MA/MAK dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan nilai mata pelajaran paling rendah 4,0. Dari keseluruhan nilai nasional, terdapat 16.497 sekolah (89,40 persen) dengan tingkat kelulusan 100 persen. Sementara itu tidak ada sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen.


Ujian Nasional (UN) secara umum tidak membuat siswa susah, tidak membuat siswa merasa sangat terbebani. Contohnya Ujian Nasional (UN) 2014 SMP memberi kesan tersendiri bagi Muhammad Yusri Muad dan Neni Septiani Putri. Keduanya merupakan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jika biasanya menghadapi ujian adalah hal yang menakutkan bagi sebagian siswa, namun hal itu tidak berlaku bagi Muad dan Putri. Menurut mereka, Ujian Nasional yang diikuti tidak masalah, apa yang perlu di takutkan semuanya sudah dipelajari.

Perasaan percaya diri dalam menghadapi UN yang ditunjukkan Muad dan Putri ini karena sebelum pelaksanaan UN, mereka telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi UN. Berbagai buku latihan soal UN sudah dikerjakan dengan baik. Dan jika menemui kesulitan, mereka tak segan bertanya pada guru pembimbingnya untuk mendapatkan jawaban yang pasti.

Demikian pula urgensi Ujian Nasional (UN) sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh pernah menjelaskan, bahwa ujian nasional (UN) membuat persebaran nilai menjadi lebih lebar, sehingga dapat terlihat lebih nyata kemampuan siswa terhadap pelajaran yang diterima selama sekolah. Hal ini berbeda dengan ujian sekolah (US) yang memiliki deviasi kecil, di mana sebaran nilai mengumpul lebih sempit. Ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa relatif tinggi, sehingga tidak terlihat mana siswa yang bagus maupun yang tidak.

Jika misalnya ada peserta Ujian Nasional (UN) yang memperoleh nilai kurang bagus atau jelek, itu adalah wajar. Apabila ada peserta Ujian Nasional (UN) yang tidak lulus itu juga sangat wajar. Karena para peserta Ujian Nasional (UN) tidak semuanya belajar dengan optimal. Sebab para peserta Ujian Nasional (UN) tidak semuanya memenuhi persyaratan sebagai siswa yang harus diluluskan oleh satuan pendidikan. Jika misalnya ada siswa yang pintar namun punya kenakalan yang tida bisa ditolelir, maka ia mungkin tidak dipaksakan harus lulus. Karena sekolah bukan sekedar tempat memberikan Ijazah kelulusan, sekolah adalah tempat belajar dan tempat untuk mencetak siswa yang terpelajar dan berkepribadian luhur, sesuai dengan aturan Agama dan Negara.


Semoga informasi tentang Ujian Nasional (UN) 2015 ini bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!



Para Penulis :
- Drs. Asep R. Dewanto, S.H.
- Ir. Asep Dedi Suharto

(Para pengamat pendidikan dari Ciamis yang berbatasan dengan Kuningan, Lembur Sdr. Anies Baswedan, P.HD. / Mendikbud RI)


Sumber:
- Kemdikbud
- Pewarta Ekonomi dan Bisnis
Read more
Thursday, November 27, 2014

Data awal peserta US SD/MI tahun ajaran 2014/2015

0 comments
Dari sejumlah lebih kurang 148.361 sekolah dasar / madrasah ibtidaiyah, baik negeri maupun swasta se-Indonesia yang sudah tercatat sebagai peserta Ujian Sekolah SD/MI tahun ajaran 2014/2015 berjumlah sekitar 4.248.131 siswa yang terdiri dari siswa SD/MI Negeri sebanyak 3.823.031 dan swasta 425,100 siswa SD/MI Swasta.

Data tersebut merupakan data yang dientry oleh Pusat Data Dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang beralamat di Gedung E, Lantai 1, Kompleks Kemdikbud Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.


Berikut data awal peserta US SD/MI tahun ajaran 2014/2015 untuk 34 Provinsi di Indonesia. Selamat menyimak!



Data awal peserta US SD/MI tahun ajaran 2014/2015




No.

Provinsi
SD/MI
Negeri Swasta Jumlah

1

D.K.I. Jakarta
109,450 32,739 142,189

2

Jawa Barat
733,682 53,098 786,780

3

Jawa Tengah
465,675 31,150 496,825

4

D.I. Yogyakarta
36,861 11,565 48,426

5

Jawa Timur
465,947 43,016 508,963

6

Aceh
77,359 2,395 79,754

7

Sumatera Utara
238,431 44,657 283,088

8

Sumatera Barat
97,011 5,235 102,246

9

Riau
107,796 13,602 121,398

10

Jambi
60,478 3,006 63,484

11

Sumatera Selatan
136,687 9,056 145,743

12

Lampung
127,463 7,702 135,165

13

Kalimantan Barat
86,727 6,644 93,371

14

Kalimantan Tengah
41,974 3,924 45,898

15

Kalimantan Selatan
59,114 3,292 62,406

16

Kalimantan Timur
56,030 6,303 62,333

17

Sulawesi Utara
28,601 16,682 45,283

18

Sulawesi Tengah
55,570 3,577 59,147

19

Sulawesi Selatan
160,138 6,575 166,713

20

Sulawesi Tenggara
54,822 612 55,434

21

Maluku
24,047 9,857 33,904

22

Bali
64,945 5,369 70,314

23

Nusa Tenggara Barat
84,598 1,604 86,202

24

Nusa Tenggara Timur
71,180 46,183 117,363

25

Papua
27,111 15,277 42,388

26

Bengkulu
32,734 1,307 34,041

27

Maluku Utara
21,553 3,744 25,297

28

Banten
180,241 20,371 200,612

29

Bangka Belitung
22,932 1,512 24,444

30

Gorontalo
21,531 315 21,846

31

Kepulauan Riau
22,983 7,574 30,557

32

Papua Barat
10,434 6,048 16,482

33

Sulawesi Barat
28,237 332 28,569

34

Kalimantan Utara
10,689 777 11,466


Berbeda dengan Ujian tingkat SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, dan UN Paket A, B, dan C yang telah diberi Kisi-kisi UN 2015 sejak beberapa minggu yang lalu, untuk Ujian Sekolah SD/MI tahun ajaran 2014/2015 kisi-kisi tampaknya masih dimatangkan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan BSNP. jadi, mohon sabar menunggu :)


Semoga informasi Data awal peserta Ujian Sekolah SD/MI tahun ajaran 2014/2015 bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!




Sumber:
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Read more

Data siswa peserta UN tahun ajaran 2014/2015 Dikelola Secara Daring

0 comments
Pendataan siswa/siswi peserta ujian nasional / ujian sekolah (UN/US) untuk tingkat SMA/MA, SMK/MAK, SMP/MTs, dan SD/MI sederajat sudah mulai dikelola secara online (daring) oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) adalah salah satu pusat di bawah Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data pendidikan.

Data awal peserta UN tahun ajaran 2014/2015 merupakan data peserta didik kelas 6, Kelas 9, dan Kelas 12 hasil pengumpulan data melalui Dapodikdas dan Dapodikmen, yang terintegrasi dalam pengelolaan Data Warehouse Kemdikbud yang bersifat Online. Karena sifatnya online maka dituntut adanya koordinasi terkait dengan Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (verval PD) yang bertingkat dari Satuan Pendidikan, Dinas Kab-Kota, Dinas Provinsi dan Pusat.

Tabel-tabel data individual peserta didik dan rangkuman data mulai dari satuan pendidikan, kabupaten-kota, provinsi dan nasional merupakan hasil akumulasi dari proses pengelolaan DAPODIK (pengumpulan, integrasi, verifikasi-validasi, dan kompilasi) .

Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) adalah salah satu pusat di bawah Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data pendidikan. Secara teratur PDSP (sejak masih bernama Pusat Statistik Pendidikan di bawah Balitbang) menerbitkan statistik pendidikan tahunan, yang mencakup data pokok seperti sekolah, siswa, guru, kelas, dan ruang kelas. Berdasarkan data yang ada, dapat dibuat suatu perencanaan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di berbagai jenjang pendidikan.

Upaya pendataan tersebut, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 1 Tahun 2012, tentang Organisasi dan Tata Kerja. Sektretariat Jenderal Depdikbud melalui Permen No. 1 Tahun 2012, Pasal 13 menjelaskan "Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan". Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 13, Sekretariat mempunyai fungsi, antara lain:

1. Koordinasi kegiatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan
2. Koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, PDSP juga diberi mandat untuk melaksanakan pengelolaan Sistem Pendukung Keputusan Depdiknas dalam bentuk Data warehouse, On-line Analytical Processing (OLAP) dan Business Intelligence (BI), berkoordinasi dengan Pengelola TIK Depdiknas. Untuk mendukung pengelolaan Sistem Pendukung Keputusan ini, Unit Utama wajib memberikan akses konten data pendidikan dan non-pendidikan kepada PDSP, berkoordinasi dengan Pengelola TIK Depdikbud.

Mandat tersebut sesuai berdasarkan peraturan perundangan No.36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja, PSP berubah menjadi Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pendidikan Nasional dan sesuai dengan Permendikbud No.1 Tahun 2012 memasukkan unsur Kebudayaan pada tugas dan fungsi di setiap unit kerja, sesuai dengan perubahan nama dari Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Untuk pengecekan data ujian nasional silakan disini.
Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Sumber:
- Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kemdikbud RI
Read more
Monday, November 24, 2014

Materi Kisi-kisi Ujian Nasional Paket B dan C 2015

0 comments
Pelaksanaan Ujian Nasional Paket B dan C tahun 2015, tseperti biasa akan dibagi 2 (dua) periode. Atau dengan kata lain da jadwal Ujian nasional (UN) Utama yang jadwalnya berbarengan dengan sekolah formal / yang biasa, dan ada jadwal susulan beberapa bulan sesudahnya dengan tujuan untuk memberi kesempatan peserta kelompok Belajar Paket B dan C yang tidak mengikuti Ujian nasional (UN) Utama.

Agar para siswa Paket B dan C tahun 2015 mendapatkan hasil yang baik dalam ujiannya, maka haruslah rajin belajar dan berlatih. Berikut kami jabarkan sebagian kisi-kisi ujian nasional tahun pelajaran 2014/2015 yang penting.



Kisi-kisi Ujian Nasional Paket B dan C Tahun Ajaran 2014/2015




Kisi-kisi UN Paket B



Pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat Paket B mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, dan IPS. Berikut contoh penjelasan pelajaran Matematika untuk program Paket B / Wustha setara SMP/MTs.


  1. Konsep operasi hitung dan sifat-sifat bilangan, perbandingan, aritmetika sosial, barisan bilangan, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah.
  2. Memahami operasi bentuk aljabar, konsep persamaan dan pertidaksamaan linear, persamaan garis, himpunan, relasi, fungsi, sistem persamaan linear, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
  3. Memahami bangun datar, bangun ruang, garis sejajar, dan sudut, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
    Menentukan gradien, persamaan garis atau grafiknya.
  4. Memahami konsep teori peluang dan statistika serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.
    Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan rata-rata.



Kisi-kisi UN Paket C



Pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat Paket C Jurusan IPA mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, Fisika, Kimia, dan Biologi. Untuk Jurusan IPS mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Sedangkan untuk Paket C Kejuruan hanya mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Berikut contoh penjelasan pelajaran Matematika untuk program Paket C setara SMA/MA dan Paket C Kejuruan setara SMK/MAK.


  1. Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkarannya, mampu menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk, serta mampu menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan masalah.
  2. Memahami konsep yang berkaitan dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi aljabar sederhana, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, persamaan lingkaran dan persamaan garis singgungnya, suku banyak, sistem persamaan linier, program linier, matriks, vektor, transformasi geometri, barisan, dan deret, serta mampu menggunakannya dalam pemecahan masalah.
  3. Memahami sifat bangun geometri dalam menentukan kedudukan titik, garis dan bidang, jarak dan sudut.
  4. Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri, melakukan manipulasi aljabar untuk menyusun bukti serta mampu menggunakannya dalam pemecahan masalah.
  5. Memahami konsep limit, turunan dan integral dari fungsi aljabar dan Menghitung nilai limit fungsi aljabar atau
    fungsi trigonometri trigonometri serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah.
  6. Mengolah, menyajikan dan menafsirkan data, mampu memahami kaidah pencacahan, permutasi, kombinasi dan peluang kejadian serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah.


Demikian kami sampaikan penjelasan Kisi-kisi UN 2014/2015 untuk tingkat pendidikan Paket B dan C dengan memberi contoh pelajaran Matematika untuk Paket B dan Paket C jurusan IPA, untuk pelajaran yang lainnya bisa di unduh disini


Semoga Kisi-kisi UN 2014/2015 untuk tingkat pendidikan Paket B dan C dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga tercapailah keberhasilan pendidikan yang baik seperti yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan di negara kita tercinta, Republik Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!



Sumber:

- Kemdikbud

- Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) No. 0027/P/BSNP/IX/2014

Read more
Thursday, November 20, 2014

Penjelasan Kisi-kisi Ujian Nasional SMK/MAK 2015

0 comments
Untuk Pelaksanaan UN SMK/MAK tahun 2015, tentu saja setiap sekolah harus mempersiapkan peserta didik dengan baik agar semua sukses meraih hasil ujian nasional yang bagus. Seperti kita maklumi bahwa di SMK pola ujiannya berbeda dengan yang dilakukan SMA. Ada beberapa tahap ujian teori dan kompetensi, selain Ujian Nasional (UN). Sampai anak dinyatakan lulus, tahap pertama bagi SMK adalah uji kompetensi, yaitu praktik sesuai dengan kejuruannya masing-masing. Naskah soal dibuat oleh direkorat pembinaan SMK, kemudian sekolah memilih paket sesuai program kejuruannya.

Untuk pengujinya, sekolah bekerja sama dengan industri dan asosiasi sebagai penilai (asesor). Guru tidak ikut menilai, karena untuk menjaga objekfitas kompetensi, kecuali sudah mempunyai sertifikat sebagai asesor. inilah bentuk komitmen sekolah untuk memberikan gambaran industri yang sebenarnya kepada siswa, sehingga siswa dapat lebih terpacu belajar menjadi yang terbaik.

Tahap kedua adalah ujian sekolah yang dibuat oleh sekolah masing-masing atau bekerja sama dengan provinsi. Soal ujian sekolah divalidasi oleh orang-orang yang berkompeten tentang penulisan dan penelaahan soal. Dalam ujian sekolah ini, semua mata pelajaran diujikan. Selanjutnya, sekolah mempersiapkan siswa untuk menghadapi Ujian Nasional (UN).

Selain untuk mengevaluasi hasil pendidikan, hasil Ujian Nasional SMK/MAK Tahun Ajaran 2014/2015 akan dipergunakan juga untuk seleksi Perguruan Tinggi Negeri diantaranya untuk Snmptn tahun akademik 2015/2016.

Oleh karena itu para siswa SMK/MAK sederajat hendaknya dapat memperoleh hasil yang baik dalam ujian nasional mereka. Berikut kami jabarkan sebagian kisi-kisi yang penting.



Kisi-kisi Ujian Nasional SMK/MAK Tahun Ajaran 2014/2015




Kisi-kisi UN SMK KELOMPOK TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN PERTANIAN



Pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat SMK/MAK jurusan/program TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN PERTANIAN SMK/MAK mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika untuk jurusan/program TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN PERTANIAN SMK/MAK, disamping itu diujikan juga Teori kejuruan dan Praktek Kejuruan SMK/MAK. Berikut contoh penjelasan pelajaran Matematika untuk program di SMA/MAK.


  1. Kompetensi

  2. Melakukan operasi bilangan real dan menerapkannya dalam bidang kejuruan.

    Indikator

    1. Menyelesaikan masalah dengan menggunakan operasi bilangan real.
    2. Menentukan hasil operasi bilangan berpangkat dan bentuk akar, dan/atau logaritma.
  3. Kompetensi

  4. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel serta dapat menerapkannya dalam bidang kejuruan.

    Indikator

    1. Menyelesaikan masalah sistem persamaan atau pertidaksamaan linear dua variabel.
  5. Kompetensi

  6. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi linear, fungsi kuadrat, program linear, dan sistem pertidaksamaan linear.

    Indikator

    1. Menentukan fungsi linear dan/atau grafiknya.
    2. Menentukan fungsi kuadrat dan/atau grafiknya.
    3. Menentukan model matematika dari masalah program linear.
    4. Menentukan daerah himpunan penyelesaian dari masalah program linear.
    5. Menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linear.
  7. Kompetensi

  8. Menerapkan konsep matriks dan vektor untuk memecahkan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan hasil operasi matriks atau invers suatu matriks.
    2. Menentukan hasil operasi vektor dan besar sudut antar vektor pada bidang atau ruang.
  9. Kompetensi

  10. Menerapkan prinsip-prinsip logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor.

    Indikator

    1. Menentukan ingkaran dari suatu pernyataan.
    2. Menentukan invers, konvers, atau kontraposisi.
    3. Menarik kesimpulan dari beberapa premis.
  11. Kompetensi

  12. Menentukan unsur-unsur bangun datar, keliling dan luas bangun datar, luas permukaan dan volume bangun ruang, unsur-unsur irisan kerucut serta dapat menerapkannya dalam bidang kejuruan.

    Indikator

    1. Mengidentifikasi bangun datar, bangun ruang, dan unsur-unsurnya.
    2. Menghitung keliling dan luas bangun datar atau menyelesaikan masalah yang terkait.
    3. Menghitung luas bangun permukaan bangun ruang atau menyelesaikan masalah yang terkait.
    4. Menghitung volume bangun ruang atau menyelesaikan masalah yang terkait.
  13. Kompetensi

  14. Menerapkan konsep perbandingan trigonometri dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan unsur-unsur segitiga dengan menggunakan perbandingan trigonometri.
    2. Mengkonversi koordinat kutub ke koordinat kartesius atau sebaliknya.
  15. Kompetensi

  16. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret.

    Indikator

    1. Mengidentifikasi pola, barisan, atau deret bilangan.
    2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan barisan atau deret aritmetika.
    3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret geometri.
  17. Kompetensi

  18. Menerapkan konsep peluang dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan permutasi atau kombinasi.
    2. Menghitung peluang suatu kejadian atau frekuensi harapannya.
  19. Kompetensi

  20. Menerapkan konsep dan pengukuran statistik dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menginterpretasi data yang disajikan dalam bentuk tabel atau diagram.
    2. Menghitung ukuran pemusatan data.
    3. Menghitung ukuran penyebaran data.
  21. Kompetensi

  22. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan limit fungsi aljabar atau fungsi geometri.
    2. Menentukan turunan fungsi aljabar atau fungsi geometri.
    3. Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep turunan.
  23. Kompetensi

  24. Menggunakan konsep integral dalam pemecahanan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan integral tak tentu atau integral tentu dari fungsi aljabar atau trigonometri.
    2. Menentukan luas daerah di antara dua kurva.
    3. Menentukan volume benda putar.
  25. Kompetensi

  26. Menerapkan konsep irisan kerucut dalam memecahkan masalah.

    Indikator

    1. Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan lingkaran atau parabola.




Kisi-kisi UN SMK KELOMPOK AKUNTANSI DAN PEMASARAN



Pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat SMK/MAK jurusan/program AKUNTANSI DAN PEMASARAN SMK/MAK mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika untuk jurusan/program AKUNTANSI DAN PEMASARAN SMK/MAK, disamping itu diujikan juga Teori kejuruan dan Praktek Kejuruan SMK/MAK. Berikut contoh penjelasan pelajaran Matematika untuk program di SMA/MAK.


  1. Kompetensi

  2. Melakukan operasi hitung pada bilangan real dan dapat menerapkannya dalam bidang kejuruan.

    Indikator

    1. Menyelesaikan masalah berkaitan dengan persentase untung atau rugi dari suatu kegiatan ekonomi.
    2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan.
  3. Kompetensi

  4. Menggunakan konsep persamaan dan pertidaksamaan, program linier dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel.
    2. Menentukan model matematika pada permasalahan program linier.
    3. Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat.
  5. Kompetensi

  6. Menerapkan konsep operasi pada matriks dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menghitung hasil operasi matriks.
    2. Menentukan invers matriks.
  7. Kompetensi

  8. Mengaplikasikan prinsip-prinsip logika matematika dalam menarik kesimpulan.

    Indikator

    1. Menentukan ingkaran dari suatu pernyataan.
    2. Menentukan kesimpulan yang sah berdasarkan aturan penarikan kesimpulan dari dua buah premis yang diketahui.
  9. Kompetensi

  10. Menyelesaikan masalah berkenaan dengan fungsi dan dapat menerapkannya dalam bidang kejuruan.

    Indikator

    1. Menentukan salah satu unsur pada perhitungan keseimbangan pasar, jika diketahui fungsi permintaan dan fungsi penawaran.
    2. Menentukan persamaan fungsi kuadrat, jika diberikan grafiknya dan atau sebaliknya.
  11. Kompetensi

  12. Menerapkan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan rumus umum atau salah satu unsur dari suatu barisan aritmetika atau geometri.
    2. Menentukan jumlah deret geometri tak hingga atau memecahkan masalah terkait.
  13. Kompetensi

  14. Menggunakan konsep keliling dan luas bangun datar dalam menyelesaikan masalah.

    Indikator

    1. Menghitung keliling dan luas bangun datar.
  15. Kompetensi

  16. Menerapkan konsep permutasi dan kombinasi serta banyak kemungkinan dan peluang suatu kejadian dalam menyelesaikan masalah.

    Indikator

    1. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan permutasi atau kombinasi.
    2. Menentukan peluang suatu kejadian.
  17. Kompetensi

  18. Menerapkan konsep pengolahan, penyajian, dan penafsiran data statistik dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menginterpretasi data yang disajikan dalam bentuk diagram.
    2. Menentukan ukuran pemusatan data.
    3. Menentukan ukuran penyebaran data.
  19. Kompetensi

  20. Menerapkan konsep matematika keuangan serta trampil menggunakannya untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang kejuruan.

    Indikator

    1. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan bunga tunggal.
    2. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan bunga majemuk.
    3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan rente.
    4. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan anuitas.
    5. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan penyusutan.


Kisi-kisi UN SMK KELOMPOK PARIWISATA, SENI, DAN KERAJINAN, TEKNOLOGI KERUMAHTANGGAAN, PEKERJAAN SOSIAL, DAN ADM. PERKANTORAN



Pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat SMK/MAK jurusan/program PARIWISATA, SENI, DAN KERAJINAN, TEKNOLOGI KERUMAHTANGGAAN, PEKERJAAN SOSIAL, DAN ADM. PERKANTORAN SMK/MAK mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika untuk jurusan/program PARIWISATA, SENI, DAN KERAJINAN, TEKNOLOGI KERUMAHTANGGAAN, PEKERJAAN SOSIAL, DAN ADM. PERKANTORAN SMK/MAK, disamping itu diujikan juga Teori kejuruan dan Praktek Kejuruan SMK/MAK. Berikut contoh penjelasan pelajaran Matematika untuk program di SMA/MAK.


  1. Kompetensi

  2. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep operasi bilangan real.

    Indikator

    1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan skala atau perbandingan.
    2. Menentukan hasil operasi pada bilangan berpangkat.
    3. Menentukan hasil operasi bentuk akar.
    4. Menentukan nilai logaritma tertentu dengan menggunakan sifat-sifatnya.
  3. Kompetensi

  4. Menentukan penyelesaian yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan, matriks, dan program linear.

    Indikator

    1. Menentukan himpunan penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan linear.
    2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat.
    3. Meyelesaikan masalah persamaan linier dan variabel.
    4. Menyelesaikan soal tentang operasi matriks.
    5. Menentukan model matematika dari masalah program linear.
    6. Menentukan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linier atau sebaliknya.
    7. Menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linear.
  5. Kompetensi

  6. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas daerah bangun datar.

    Indikator

    1. Menentukan keliling bangun datar.
    2. Menentukan luas daerah bangun datar.
    3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan/atau luas daerah bangun datar.
  7. Kompetensi

  8. Menerapkan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan rumus umum atau suku ke-n dari suatu barisan bilangan.
    2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan barisan atau deret aritmetika.
    3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan barisan atau deret geometri.
  9. Kompetensi

  10. Menerapkan aturan konsep statistika dalam pemecahan masalah.

    Indikator

    1. Menentukan salah satu data dari bentuk diagram yang disajikan.
    2. Menghitung ukuran pemusatan data.
    3. Menghitung ukuran penyebaran data.
  11. Kompetensi

  12. Menentukan nilai perbandingan trigonometri suatu sudut

    Indikator

    1. Menentukan nilai sin atau cos sudut tertentu di satu kuadran.


Demikian kami sampaikan penjelasan Kisi-kisi UN 2014/2015 untuk tingkat pendidikan SMK/MAK dengan memberi contoh pelajaran Matematika untuk 3 (tiga) kelompok keahlian di SMA/MAK, untuk pelajaran yang lainnya bisa di unduh disini


Semoga Kisi-kisi UN 2014/2015 untuk tingkat pendidikan SMK/MAK dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga tercapailah keberhasilan pendidikan yang baik seperti yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan di negara kita tercinta, Republik Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!



Sumber:

- Kemdikbud

- Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) No. 0027/P/BSNP/IX/2014
Read more
Tuesday, October 28, 2014

Deskripsi Kisi-kisi Ujian Nasional SMA/MA 2015

0 comments
Selain untuk mengevaluasi hasil pendidikan, hasil Ujian Nasional SMA/MA Tahun Ajaran 2014/2015 akan dipergunakan juga untuk seleksi Perguruan Tinggi Negeri diantaranya untuk Snmptn tahun akademik 2015/2016.

Oleh karena itu para siswa SMA/MA sederajat hendaknya dapat memperoleh hasil yang baik dalam ujian nasional mereka. Berikut kami jabarkan sebagian kisi-kisi yang penting.



Kisi-kisi Ujian Nasional SMA/MA Tahun Ajaran 2014/2015



Kisi-kisi Program Bahasa


Mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat SMA/MA jurusan/program Bahasa mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Antropologi, dan bahasa asing yang dipilih oleh siswa baik bahasa Arab, Jerman, Perancis, Jepang, atau bahasa Mandarin (Cina). Berikut kami sampaikan sebagian mata pelajaran di jurusan ini, untuk pelajaran yang lainnya bisa di unduh disini



Mata pelajaran : Sastra Indonesia


  1. Kompetensi Membaca

  2. Memahami pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan membaca cerpen, novel, drama, hikayat, dan puisi.

    Indikator

    1. Mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen/novel/hikayat (watak tokoh/ pendeskripsian watak tokoh / kalimat pembuktian/ isi).
    2. Menginterpretasi unsur ekstrinsik cerpen/hikayat (nilai moral/budaya/ agama/sosial).
    3. Menganalisis unsur intrinsik cerpen/drama (penokohan/sudut pandang/isi bacaan/konflik).
    4. Mengidentifikasi karakteristik hikayat.
  3. Kompetensi Menulis

  4. Mengungkapkan pengalaman, pikiran, perasaan, dan informasi dalam puisi, cerpen, drama, hikayat; menulis esai dan kritik sastra, menulis aksara Arab Melayu, resensi.

    Indikator

    1. Menulis kata/kalimat dalam aksara Arab Melayu ke dalam aksara latin atau sebaliknya.
    2. Melengkapi larik/bait puisi/pantun dengan memperhatikan majas/diksi/rima.
    3. Menuliskan maksud/isi puisi.
    4. Melengkapi kutipan cerpen dengan kalimat yang sesuai (pelaku/peristiwa/ latar).
    5. Memperbaiki kalimat yang tidak padu dalam cerpen.
  5. Kompetensi Kesastraan

  6. Mengapresiasi komponen-komponen kesastraan dalam penelaahan berbagai karya sastra.

    Indikator

    1. Menentukan komponen kesastraan teks puisi (tema/amanat/makna/nilai-nilai/isi/majas/jenis).
    2. Menentukan peribahasa dan ungkapan dalam kutipan novel/drama.


Kisi-kisi Program IPA


Pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat SMA/MA jurusan/program IPA mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Berikut kami sampaikan sebagian mata pelajaran di jurusan ini, untuk pelajaran yang lainnya bisa di unduh disini



Mata pelajaran : Fisika


  1. Memahami prinsip-prinsip mengukuran besaran fisika secara langsung dan tidak langsung dengan cermat, teliti dan objektif

  2. Indikator

    1. Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur dan menentukan hasil pengukuran dengan memperhatikan aturan angka penting.
    2. Menentukan resultan vektor dengan berbagai cara.
  3. Memahami gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik, benda tegar, usaha, kekekalan energi, elastisitas, impuls, momentum dan masalah Fluida.

  4. Indikator

    1. Menentukan besaran-besaran fisis gerak lurus, gerak melingkar beraturan, atau gerak parabola.
    2. Menentukan berbagai besaran dalam hukum Newton dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
    3. Menentukan besaran-besaran fisis dinamika rotasi (torsi, momentum sudut, momen inersia, atau titik
      berat) dan penerapannya berdasarkan hukum II Newton dalam masalah benda tegar.
    4. Menentukan hubungan usaha dengan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari atau menentukan
      besaran-besaran yang terkait.
    5. Menjelaskan pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan atau menentukan besaran-besaran terkait pada konsep elastisitas.
    6. Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan hukum kekekalan energi mekanik.
    7. Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan tumbukan, impuls atau hukum kekekalan
      momentum.
    8. Menjelaskan hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statik atau fluida dinamik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.


Kisi-kisi Program IPS


Mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat SMA/MA jurusan/program IPS mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Berikut kami sampaikan sebagian mata pelajaran di jurusan ini, untuk pelajaran yang lainnya bisa di unduh disini



Mata pelajaran : Ekonomi


  1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi, konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen, permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar.

  2. Indikator

    1. Mendeskripsikan kebutuhan manusia, kelangkaan, atau masalah pokok ekonomi.
    2. Mendeskripsikan biaya peluang (hilangnya kesempatan pada tenaga kerja) atau sistem ekonomi.
    3. Mendeskripsikan pola perilaku konsumen dalam mencapai kepuasan maksimal dan pola perilaku produsen dalam mencapai laba/output maksimal, atau peran konsumen dan produsen.
    4. Mendeskripsikan pelaku ekonomi atau interaksinya dalam suatu perekonomian (circular flow diagram).
    5. Mendeskripsikan permintaan dan penawaran atau harga dan jumlah keseimbangan dengan tabel, grafik, atau perhitungan matematika.
    6. Mendeskripsikan pasar barang (pasar output) atau pasar faktor produksi (pasar input).
  3. Memahami kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional (PN), inflasi, konsumsi, investasi, uang dan perbankan.

  4. Indikator

    1. Mendeskripsikan ekonomi mikro dan ekonomi makro atau masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi.
    2. Mendeskripsikan konsep PDB, PDB harga berlaku, PDB harga konstan, pendapatan nasional, atau pendapatan perkapita.
    3. Mendeskripsikan indeks harga atau inflasi berdasarkan data atau grafik.
    4. Mendeskripsikan fungsi konsumsi dan fungsi tabungan atau investasi berdasarkan data, atau grafik.
    5. Mendeskripsikan konsep dan teori uang, perbankan, atau kebijakan pemerintah di bidang moneter.



Kisi-kisi Program Keagamaan


Pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tingkat SMA/MA jurusan/program Keagamaan mencakup mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Fikih, dan Hadits. Berikut kami sampaikan sebagian mata pelajaran di jurusan ini, untuk pelajaran yang lainnya bisa di unduh disini


Mata pelajaran : Tafsir



  1. Memahami tafsir dan ilmu tafsir.

  2. Indikator

    1. Menjelaskan makna tafsir dan ilmu tafsir.
  3. Memahami kaidah-kaidah dalam menafsirkan al Quran dan mengenal metode tafsir analisis (tahlili) dan tafsir tematik (maudlui).

  4. Indikator

    1. Menjelaskan penggunaan dlamir, ta’rif dan tankir, ifrad dan jama, su’al dan jawab serta mutaradifat dalam al Qur’an.
    2. Menjelaskan metode tafsir tahlili (analisis) dan metode tafsir maudlui (tematik).
  5. Kompetensi

  6. Memahami sejarah penafsiran al Qur’an sejak Nabi Muhammad, sahabat, tabi’in hingga masa tadwin serta memahami istilah tafsir bil ma’tsur dan bil ra’yi.

    Indikator

    1. Menjelaskan sejarah penafsiran al Qur’an sejak Nabi Muhammad, sahabat, tabi’in hingga masa tadwin.
    2. Mengidentifikasi jenis tafsir dan contoh kitabnya.
  7. Memahami qiraat al Qur’an serta macam-macam bacaan/qiraat.

  8. Indikator

    1. Menjelaskan pengertian qiraat, macam-macam dan imamnya, serta manfaat perbedaan qiraat.

Semoga Kisi-kisi UN 2014/2015 untuk tingkat pendidikan SMA/MA dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga tercapailah keberhasilan pendidikan yang baik seperti yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. Mudah-mudahan bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!


Sumber:

- Kemdikbud

- Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) No. 0027/P/BSNP/IX/2014


Read more

Arsip Website

 
Pengumuman UN © 2011 Design by World Sharings. Supported by Info Online

Thanks for All friends